Ini Daftar Komplikasi Akibat Diabetes dan Pencegahannya

Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak bagian tubuh manusia secara serius. Termasuk kaki dan mata. Inilah yang disebut sebagai komplikasi diabetes. Tetapi kita dapat mengambil tindakan untuk mencegah atau menunda banyak efek samping diabetes ini.

Apa komplikasi utama dari diabetes?

Kita mungkin mendengar dokter menjelaskan tentang dua jenis komplikasi diabetes yang serius dan menumpuk dari waktu ke waktu disebut komplikasi kronis serta yang dapat terjadi kapan saja disebut komplikasi akut.

Komplikasi kronis: Ini adalah masalah jangka panjang yang dapat berkembang secara bertahap dan dapat menyebabkan kerusakan serius jika dibiarkan dan tidak ditangani seperti misalnya:

  • Masalah mata (retinopati)

Beberapa penderita diabetes mengembangkan penyakit mata yang disebut retinopati diabetik yang dapat memengaruhi penglihatan. Jika retinopati diketahui, biasanya dari tes skrining mata. Ini dapat diobati dan kehilangan penglihatan dapat dicegah.

  • Masalah kaki

Masalah kaki diabetes serius dan dapat menyebabkan harus diamputasi jika tidak diobati. Kerusakan saraf dapat memengaruhi rasa di kaki dan peningkatan gula darah dapat merusak sirkulasi, membuat luka lebih lambat untuk sembuh. Itulah mengapa penting untuk memberitahu dokter jika melihat adanya perubahan pada penampilan atau rasa di kaki.

  • Serangan jantung dan stroke

Bila menderita diabetes, gula darah tinggi untuk jangka waktu tertentu dapat merusak  pembuluh darah. Hal ini terkadang ini dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

  • Masalah ginjal (nefropati)

Diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal manusia dalam jangka waktu lama sehingga lebih sulit untuk membersihkan cairan ekstra dan limbah dari tubuhnya. Kondisi ini disebut juga nefropati diabetik atau penyakit ginjal. Hal ini disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi dan tekanan darah yang tinggi.

  • Kerusakan saraf (neuropati)

Beberapa penderita diabetes dapat mengalami kerusakan saraf yang disebabkan oleh komplikasi kadar gula darah yang tinggi. Akibatnya saraf kesulitan membawa pesan dari otak ke setiap bagian tubuh sehingga memengaruhi cara melihat, merasakan, mendengar hingga bergerak.

  • Penyakit gusi dan masalah mulut lainnya

Terlalu banyak gula dalam darah dapat menyebabkan lebih banyak gila dalam air liur Ini membawa bakteri yang menghasilkan asam yang menyerang enamel gigi dan merusak gusi. Pembuluh darah di gusi juga bisa rusak, membuat gusi lebih mudah terinfeksi

  • Kondisi terkait seperti kanker

Jika menderita kanker, maka berisiko terkena kanker tertentu Dan beberapa perawatan kanker dapat memengaruhi diabetes dan mempersulit pengendalian gula darah.

  • Masalah seksual pada wanita

Kerusakan pembuluh darah dan saraf dapat membatasi jumlah darah yang mengalir ke organ seksual sehingga bisa kehilangan sensasi. Jika memiliki gula darah tinggi, maka akan juga lebih mungkin terkena sariawan atau infeksi saluran kemih.

  • Masalah seksual pada pria

Jumlah darah yang mengalir ke organ seksualnya dapat dibatasi yang dapat menyebabkan sulit terangsang. Ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi terkadang disebut impotensi.

Komplikasi akut

Ini dapat terjadi kapan saja dan dapat menyebabkan komplikasi kronis atau jangka panjang:

  • Hypoglikemias: Ketika gula darah terlalu rendah
  • Hyperglikemias: Ketika gula darah terlalu tinggi
  • Hyperosmolar Hyperglycaemic State (HHS): Keadaan darurat yang mengancam jiwa yang hanya terjadi pada penderita diabetes tipe 2. Disebabkan oleh dehidrasi parah dan gula darah yang sangat tinggi
  • Ketoasisdosis diabetik (DKA): Keadaan darurat yang mengancam jiwa ketika kekurangan insulin dan gula darah tinggi menyebabkan penumpukan keton.

Penyebab Komplikasi Diabetes

Kadar gula yang tinggi dalam darah pada jangka waktu yang lama dapat merusak pembuluh darah secara serius. Jika pembuluh darah tidak berfungsi dengan baik, darah tidak dapat mengalir ke bagian tubuh yang diperlukan. Ini berarti saraf juga tidak akan berfungsi dengan baik dan berat kehilangan perasaan di beberapa bagian tubuh.

Setelah pembuluh darah dan saraf di satu bagian tubuh rusak, kemungkinan besar akan mengalami masalah serupa di bagian tubuh yang lain. Jadi jika kaki rusak, masalah jantung yang serius bisa terjadi.

Semakin tinggi kadar HbA1c seseorang, semakin risiko mengalami komplikasi. HbA1c adalah hemoglobin terglikasi. Ini dibuat ketika glukosa yang kita sebut gula, menempel pada sel darah dan menumpuk di dalam darah. Ini diukur dengan tes darah yang menunjukkan kadar gula darah rata-rata selama tiga bulan terakhir. HbA1c yang tinggi berarti memiliki terlalu banyak gula dalam darah. Bahkan HbA1c yang sedikit tinggi meningkatkan risiko juga.

Tapi ini bukan hanya tentang gula darah. Tekanan darah tinggi, merokok, dan banyak lemak dalam darah (kolesterol) semuanya dapat merusak pembuluh darah dan membuat semakin berisiko.

Pencegahan atau penundaan komplikasi

Komplikasi diabetes tidak bisa dihindari namun dengan menjaga gula darah, tekanan darah, dan lemak darah tetap terkontrol akan membantu mengurangi risiko komplikasi. Ini berarti pergi untuk memeriksakan kesehatan diabetes dan mencari tahu dari tenaga medis bagaimana harus menjaga diri sendiri.

Kita dapat mencegah atau menunda komplikasi diabetes. Tetapi perlu mengambil tindakan dan ini semua tentang mengelola diabetes dengan baik seperti:

  • Kelola diabetes: Jaga HbA1c dalam kisaran target yang ditetapkan dokter.
  • Berhenti merokok: Merokok membuat darah lebih sulit mengalir ke seluruh tubuh ke tempat-tempat seperti jantung dan kaki.
  • Makan lebih sehat: Membuat pola makan sehat dapat membantu menurunkan berat badan, menurunkan HbA1c, mengatur tekanan darah, dan membantu menguangi lemak dalam darah seperti kolesterol.
  • Tetap aktif: lebih banyak aktivitas fisik membantu mengurangi kemungkinan terkena komplikasi.